RSS

Author Archives: pangerankeadilan

About pangerankeadilan

As prophet Muhammad said "The best people are those who are useful to other people." If you have a choice to be the best, will you take it?.. Such a Rhetorical Question.. You do have a choice. Wherever I am, whatever I do, whenever it is, I shall give the best thing to others. No matter how hard it is. It's better to die trying than to live with nothing. Having a law degree is not easy. As Uncle Ben said "with great power, comes great responsibilities". Law is a predominant field. Article 1 paragraph 3 of the Indonesian Constitution provides that "The State of Indonesia shall be a state based on laws." Law holds many aspects in life, from economic, social, development, government, and other things. So, good laws will absolutely make differences. Hence, having law degree makes you have that responsibility to establish such good laws.

Sudah lama jauh dari dunia menulis (yang populis)

Sepertinya sangat sayang jika sudah memiliki nama blog yang cool abis, tapi jarang digunakan untuk menulis.

Pada dasarnya saya masih suka menulis, dari menulis status hingga menulis suatu laporan penelitian dan lain sebagainya. Namun hobi menulis di koran sudah lama tidak dilakukan. Bahkan menulis di Blog ini tidak pernah juga dilakukan. Hmmm sebenarnya itu karena dari dulu hampir tidak pernah menulis di Blog. Kebanyakan tulisan di Blog ini, saya ambil dari tulisan-tulisan saya di koran ataupun tulisan-tulisan dek Gita tentang saya. hehee..

Membosankan ya membaca tulisan ini. Hahahhay…

Pada dasarnya saya hanya ingin menyatakan bahwa Blog ini kembali bangkit dari mati syuri dan akan lebih produktif untuk menjadi media yang baik untuk menyampaikan banyak hal.

Het recht hink achter de feiten aan.. hukum itu akan selalu tertinggal di belakang zaman.. Namun, hatiku tak akan pernah tertinggal oleh cinta kita babe..

hahahay,,

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2013 in Uncategorized

 

and now i have met you, yes! (note: sing in “havent met you yet by michael buble” tone)

Writen by Gita Kirana SP

 

I heard some good songs these days during those office presentation things. I always love Michael Buble song, especially the famous one, “Havent Met You Yet”. A good song I think, i love the way the song’s writer ensure himself that his future love is gonna be great , what a confidence 😀

Anyway, i really into this song, really explain my feelings to the one who i really love now 😀 i have made a lot of stupid things in the past, my life went much more than a drama, and everything seemed not in the right place. But then i prayed, i believed (one thing that i believe is ” i just haven’t met you yet” thing) and i try to make it worked, i’m sure that my life is gonna be amazing, in every way 😀 and then he “pop out” and The Almighty made one by one is started to be great 😀

 

Well, i dedicated this song to “mas ku”, he who always be there when i was so deadly depressed when i was looking for a job, when i need his opinion in taking the opportunities or not, when i have to chose something important and even not important, when i didnt believe in myself, when i felt so damn retarded. He always there in my every happiness and sadness 😀

 

It’s not easy what we both have been through. We have a lot of problems, many obstacles. Either it’s from inside or outside of our commitment’s circle. But like Michael Buble’s says: “ we tried so very hard not to lose it, we came up with a million excuses, we thought, we thought of every possibility” 😀

 

But i have to twist the lyric a little bit to fit in my condition 😀 i have highlighted them in bold so we can see the differences 😀

 

Here it goes:

I’m not surprised,

not everything lasts 

I’ve broken my heart so many times,

I stopped keeping track

 

Talk myself in,

I talk myself out

I get all worked up,

then I let myself down

 

“I tried so very hard not to lose it

I came up with a million excuses

 

I thought, I thought of every possibility

 

 

And I know someday that it all turn out

You make me work, so we can work to work it out

 And I promise you, kid, that I give so much more than I get

And now i have met you, yes!

 

“I might have to wait,

I’ll never give up

 

I guess it’s half timing,

and the other half’s luck

*somehow i feel this part is really me! Good timing pluses some luckiness and some courage and here we are 😀*

 

“Wherever you are, whenever it’s right *australiii mana suaranyaaaaa*

 You’ll come out of nowhere and into my life” *he did come out of nowhere, that job fair in July was a turning point*

 

“And I know that we can be so amazing

And, baby, your love is really change me

 

And now I can see every possibility

 

“And somehow I know that it all turn out

You make me work, so we can work to work it out

 And I promise you, kid, I give so much more than I get

And now i have met you, yes!

 

“They say all’s fair In love and war

But I won’t need to fight it

 

We get it right and we are united!

 

this is the real song’s link: http://www.youtube.com/watch?v=96sfW6h8gbQ

 

from original source

https://www.facebook.com/notes/gita-kirana-sunyowo-putri/and-now-i-have-met-you-yes-note-sing-in-havent-met-you-yet-by-michael-buble-tone/10151206260428761

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2012 in Uncategorized

 

“Cerita tentang aku mana?”

by Gita Kirana SP

“Cerita tentang aku mana?”

Cerita tentang kamu, tak akan pernah dapat ditulis dengan mudah. Cerita tentang kamu, tak akan pernah bisa diungkapkan dengan bahasa sederhana. Cerita tentang kamu, tak akan pernah terdeskripsikan dengan sempurna. Tau kan kenapa? Kamu bukan orang biasa, bukan.

Kamu itu seperti makanan daerah.

Kalau lagi tertawa, kamu itu seperti nasi padang. Semua orang suka, apalagi anak kosan.

Kalau lagi senang, kamu itu mirip pempek. Menyegarkan, mengenyangkan, menyenangkan.

Kalau lagi kesal, kamu itu mirip telur balado. Warnanya merah mencolok, tapi rasanya enak dan belum tentu pedas.

Kalau lagi sedih, kamu itu mirip gudeg. Gak usah semua orang nyoba juga udah pada tau kalau gudeg manis.

Kalau lagi menasihati, kamu itu seperti kue lupis. Enak, padat, dan sarat isi.

Kamu itu seperti negara.

Kalau lagi tertawa, kamu itu seperti Arab Saudi. Yang udah pernah kesana selalu bilang ingin kembali ke sana lagi.

Kalau lagi senang, kamu itu mirip Jepang. Yang udah pernah kesana selalu bilang tidak mengecewakan.

Kalau lagi sedih, kamu itu mirip Australia. Karena memang negara itu bikin sedih sih *kode

Tapi kalau lagi kesal, kamu itu tidak seperti Amerika. Gak pernah asal perang dengan alasan negara lain punya senjata nuklir.

Kalau lagi menasihati, kamu itu mirip Indonesia. Bahasanya mudah dimengerti dan katanya orangnya ramah-ramah. Hehe.

Kamu itu seperti lagu favorit aku. Ada banyak lagu favorit aku yang mungkin akan cocok sama kamu. Tapi pilihan aku cuma satu:

You’re a falling star, you’re the get away car. You’re the line that I stand when I go too far. You’re the swimming pool on an August day. You’re the perfect thing to see.

And you play it coy, but it’s kinda cute. And when you smile at me you know exactly what to do. Baby don’t pretend that you don’t know it’s true. Cause you can see it when I look at you.

Kamu pasti tau itu lagu apa dan siapa. Akurat banget menggambarkan kamu.

Kamu itu seperti tokoh-tokoh fiksi favorit aku.

Cara kamu berpikir logis mirip Mr. Darcy di Pride and Prejudice.

Kepintaran kamu mirip Michael Moscovitz di serial Princess Diaries, apalagi buku yang kesembilan dan kesepuluh.

Kamu yang tukang gombal mirip Jim Kirk di Star Trek.

Kamu yang baik hati tapi suka melanggar aturan mirip Harry Potter di serial Harry Potter.

Masih banyak cerita dari aku tentang kamu. Masih banyak hal-hal hebat yang bisa aku bilang mirip dengan kamu. Bahkan menurut aku kamu jauh lebih hebat. Jim Kirk aja kalah 🙂

Cerita aku takkan berhenti di sini, apalagi tentang kamu. Kamu bukan sekedar cerita yang dapat diselesaikan. Sampai kapanpun cerita ini akan terus bersambung. Hanya untuk kamu, menggambarkan kamu.

Tau kenapa? Karena:

In this crazy life and in this crazy time, it’s you it’s you, you make me sing. You’re every line, you’re every word, you’re everything

from original source

https://www.facebook.com/notes/gita-kirana-sunyowo-putri/cerita-tentang-aku-mana/10150830254008761

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2012 in Kehidupan

 

SUARA MAHASISWA, Hapus Pidana Mati = Membuka Keran Korupsi

Nemo prudens punit quia peccatum est, sed ne peccatur, merupakan sebuah adagium ciptaan filosof Romawi, Seneca, yang kemudian dipopulerkan oleh Plato.

Adagium tersebut kurang lebih berarti “orang bijak tidak memidana karena telah ada dosa, tetapi semata-mata agar tidak dilakukannya dosa”. Adagium tersebut adalah adagium yang timbul untuk menunjukkan bahwa hukuman atau pidana bertujuan pada pemberantasan tindak pidana,bukan sekadar membalas pelaku. Untuk melihat pemberantasan korupsi ke depan, dapat melihat secara komprehensif paket undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.RUU KPK merupakan RUU dalam ranah formil,yaitu cara untuk menegakkan hukum materiilnya.Karena itu, penting untuk melihat RUU Tipikor sebagai hukum materiilnya.

Salah satu perdebatan yang muncul adalah dihapusnya ancaman pidana mati.Perlu diteliti juga kebenaran penghapusan tersebut,baik atau tidak bagi pemberantasan korupsi ke depan. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa. Hal tersebut ditunjukkan dalam konsideran huruf (a) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam upaya meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi tersebut, kemudian pada 2003 negara-negara PBB berkumpul untuk menyusun sebuah konvensi pemberantasan korupsi. Konvensi tersebut bernama United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).Pada 2006 Indonesia meratifikasi konvensi tersebut dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006.

Dalam hal ini Indonesia harus mulai mengakomodasi konvensi tersebut sebagai instrumen dalam pemberantasan korupsi. UNCAC merupakan sebuah konvensi yang dijadikan dasar sebagian besar pakar untuk menghapus ancaman pidana mati dalam tindak pidana korupsi. Hal tersebut didasarkan pada anggapan bahwa tujuan UNCAC memiliki titik berat pada kerja sama internasional. Kerja sama Internasional dianggap akan terhambat dengan diletakkannya ancaman pidana mati pada tindak pidana korupsi. Von Ferbauch dalam bukunya Lehrbuch des Peinlichen Rechts memunculkan teori paksaan psikologis yang menjelaskan bahwa ancaman pidana bekerja sebagai ancaman psikologis.Ancaman pidana akan menimbulkan efek prevensi.

Untuk menciptakan efek prevensi tersebut,Van Hammel menyatakan sanksi pidana harus memuat unsur menakutkan supaya mencegah penjahat yang mempunyai kesempatan untuk tidak melaksanakan niat buruknya. Ancaman pidana mati sebagai ancaman pidana maksimal akan meningkatkan efek prevensi dan meningkatkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Penghapusan ancaman pidana mati akan menciptakan sistem yang melemahkan efek prevensi dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Karena itu, menghapus ancaman pidana mati adalah sama dengan membuka keran tindak pidana korupsi di Indonesia.●

MUHAMMAD FATAHILLAH AKBAR
Mahasiswa Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada

Alhamdulillah di muat di SINDO
nah, ini di detik2 melepas status mahasiswa saya mencoba melawan arus teori Profossor dan guru2 besar lainnya yang menghendaki dihapusnya ancaman pidana mati.
artikel ini sudah melewati tahap pengeditan yang cukup banyak, padahal saya menulisnya cukup banyak. Untuk naskah asli nanti saya akan post juga.
 
Leave a comment

Posted by on May 3, 2011 in Hukum

 

SUARA MAHASISWA “MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI”

Tuesday, 26 April 2011

“Jauh lebih banyak hasil yang dicapai bagi kesejahteraan dan kemajuan umat manusia dengan mencegah perbuatan-perbuatan yang jahat daripada melakukan perbuatan- perbuatan yang baik”.

Hal tersebut adalah ungkapan William Lyn Mackenzie King yang sangat terkenal. Makna terdalam dari ungkapan tersebut adalah upaya preventif itu lebih bermanfaat dan luar biasa dalam memberantas sebuah kejahatan dibanding upaya represif. Terorisme merupakan kejahatan model baru dan kejahatan yang luar biasa. Indonesia merupakan negara yang baru mengenal terorisme.Hal tersebut dapat dilihat pada tragedi Bom Bali I.Pada saat Megawati menjabat sebagai presiden, saat itu tidak ada yang mengatur secara rigid mengenai tindak pidana terorisme di Indonesia.

Dalam keadaan yang genting dan memaksa tersebut, Megawati akhirnya mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Salah satu perppu yang dikeluarkan mengatur pemberlakuan retroaktif perppu satunya.Intinya untuk menjerat Amrozi dkk diperlukan hukum yang berlaku surut. Dalam terorisme dikenal adanya siklus vendetta, maknanya adalah di mana sudah terdapat sistem dalam tindak pidana terorisme yang menciptakan tindak pidana terorisme sangat sulit untuk diberantas.

Oleh karena itu,untuk menciptakan pemberantasan tindak pidana terorisme perlu dilakukan upaya pemberantasan siklus vendetta tersebut. Cara yang paling tepat dan strategis adalah meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana terorisme yang luar biasa. Undang-Undang No 15 Tahun 2003 telah mengatur secara khusus upaya pemberantasan tindak pidana terorisme. Di dalam undang-undang tersebut terdapat 19 perbuatan terorisme yang diatur.

Untuk memberantas tindak pidana terorisme tersebut telah diatur hukum formal secara khusus seperti penahanan yang lamanya 7 x 24 jam.Berbeda dengan penahanan secara umum yang hanya selama 1 x 24 jam.Dalam UU tersebut juga diatur beberapa hal khusus seperti lamanya penahanan baik dalam penyidikan maupun penuntutan. Upaya pencegahan yang baik dan tepat adalah meningkatkan efektivitas konsep keamanan nasional.

Indonesia hingga saat ini belum memiliki undang-undang keamanan nasional sehingga berakibat tidak dibentuknya beberapa undang-undang pelaksanaan keamanan nasional seperti Undang-Undang Intelijen yang sampai saat ini hanya berbentuk RUU. Dalam hal ini secara nyata pembentukan UU Intelijen diharapkan dapat memberikan pemberantasan terhadap siklus vendetta dalam tindak pidana terorisme yang ada di Indonesia.

Sebagai lini pertama dalam sistem keamanan nasional (Pasal 3 RUU Intelijen),RUU ini ternyata tetap mendorong intelijen untuk menggunakan cara-cara represif yang kemudian dilegalkan semisal pemeriksaan intensif 7×24 jam tanpa ada pemberitahuan terhadap keluarga (Pasal 15 ayat 3 DIM).

Ini artinya,agen intelijen yang ada tidak dirangsang untuk kreatif dalam mengumpulkan informasi mencegah adanya pendadakan strategis. Oleh karena itu, perlu penggodokan yang matang mengenai RUU Intelijen untuk menciptakan pencegahan-pencegahan pada tindak pidana terorisme khususnya.●

MUHAMMAD FATAHILLAH AKBAR

Mahasiswa Fakultas Hukum

Universitas Gadjah Mada

masuk sindo dapat dilihat di http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394998/

bisa dibaca di edisi cetak hari Selasa, 26 April 2011

TULISAN dibuat dalam detik2 hapusnya status mahasiswa

ayo semangat menulis,,

 
Leave a comment

Posted by on April 25, 2011 in Hukum

 

Halaman Persembahan Skripsi

Penulisan hukum ini dipersembahkan:

teruntuk bagimu yang telah mengambil hak kami

teruntuk bagimu yang telah membodohi kami

teruntuk bagimu yang tega menghambat kesejahteraan kami

teruntuk bagimu yang membunuh kami secara perlahan

penghinaan bagi iblis ketika kami menyebut mu iblis

penghinaan bagi setan ketika kami menyebut mu setan

penghinaan bagi hewan ketika kami menyebut mu hewan

sungguh cukuplah kami menyebutmu koruptor

aku sama sekali tak mau membunuh mu

tapi sungguh ketika mati pun tak mengingatkan mu

maka kehidupan tak lagi berarti untuk mu

Sungguh hanya untuk keadilan

M.F. Akbar

#berantas korupsi dengan skripsi

 
2 Comments

Posted by on April 25, 2011 in Hukum

 

Sekilas sejarah #Berantas Korupsi dengan Skripsi (Edisi Pertama)

Beberapa bulan terakhir sungguh baru terasa maknanya beberapa hari ini. Kilas balik mengenang masa-masa sebelum tanggal 13 April 2011 timbul seketika setelah dinyatakan diri ini telah selesai menjadi mahasiswa FH UGM. Oleh karena itu penulis (masih kebawa2 bahasa skripsi) timbul keinginan untuk menuliskan sedikir sejarah penulisan hukum yang LUAR BIASA ini (sombongnya keluar). Saya mohon maaf setelah ini akan saya ulas dengan bahasa yang lebih nyolotin dan lebih tidak teratur.

Pada awal semester 7 atau lebih tepatnya bulan September, karena gw saat itu KKN sampai tanggal 31 Agustus, maka efektif melanjutkan kuliah mulai awal September. Saat itu ane sudah selesai semua teori, tapi masih punya beberapa nilai C yang mengganggu transkrip ada 5 buah tepatnya (bukan bermaksud sombong, tpi ya kalaupun maksud itu ada sy bermohon maaf). Kelima mata kuliah itu adalah hukum adat, filsafat hukum, hukum perdata internasional, Sistem peradilan pidana, dan viktimologi. Maaf dalam setiap paragraf mungkin saudara pembaca (kayak ada yang baca aja) bingung mana pikiran pokok, mana induk kalimat, mana anak kalimat, dan lain sebagainya. Tidak masalah saudara bingung, karena ini bukan soal bahasa Indonesia atau sejenisnya.

Lanjut lagi, dalam menentukan strategi kemudian saya mengambil pilihan hanya mengulang 4 mata kuliah konsentrasi, Penologi, Perbandingan Hukum Pidana, SPP, dan Viktim. H. perdata Internasional, Adat, dan Filsafat yang masih bernilai C yang berarti cukup sudah dianggap cukup. Nah didalam mengisi semester 7 ini gw mulai mengambil penulisan hukum. Kemudian timbulah Ide2 skripsi yang distrategikan untuk tidak melihat lapangan, tetapi cukup mengkaji teori, maka pada bulan oktober penulis mengajukan 3 buah judul pada kepala bagian hukum pidana. Sebelum lanjut agar tidak bosen, akan dijelaskan terlebih dahulu mengapa penulis bisa ada di bagian hukum pidana.

Di FH UGM terdapat 12 macam konsentrasi, cukup banyak tapi sangat sulit mencari hukum yang sebenanrnya (cukup dulu ngece bagian lain, nanti pada marah, hehehe). Kemudian saya melihat bahwa potensi hukum pidana sangat luar biasa, untuk menciptakan ditegakannya semua hukum diperlukan pemidanaan atau efek paksaan Psyikologis atau (Psycholgis Zwang) menurut teori van ferbauch.  Oleh karena itu, pidana merupakan hukum yang special karena dapat menegakan semua hukum dan meningkatkan pencapaian tujuan hukum itu sendiri, maka saya mengambil bagian tersebut.

Kembali ke judul, 3 judul yang saya ajukan, intinya judul2 itu adalah Pidana mati koruptor, unsur melawan hukum korupsi, dan kriminalisasi penodaan agama. Akhirnya pak Sigit penanggung jawab meminta Pak Edy yang saat itu belum menjadi professor untuk menjadi pembimbing saya, saat itu perasaan saya campur aduk senang karena pembimbing tersebut luar biasa, tetapi sedih karena beliau terkenal jarang membaca skripsi bimbingannya. Sperti pisau bermata dua, ya tapi harus disyukuri, karena klo bermata satu kasian susah ngeliatnya.(ga jelas)

Akhirnya dua hari setelah ACC dari pak sigid saya bertemu dgn pak edy. Pak edi cukup jeli menghina saya ketika berbicara mengenai penodaan agama, dia melihat celana saya ngatung atau tidak, dan menyuruh dosen2 pidana yang cukup ramai saat itu untuk hati2 pada saya yg dimungkinkan bawa bom. Pak edi melakukan penodaaan agama itu namanya. Hehe.

Akhirnya pak edi mengesahkan judul ancaman pidana mati pada tindak pidana korupsi. Dalam hal ini kemudian pak edi memberikan tambahan variabel yaitu, United Nation Convention Against Corruption. Sebuah konvensi yang fenomenal, bahkan merupakan konvensi yang menurut beberapa professor harus menghapus pidana mati pada tindak pidana korupsi. Di awal saya udh curiga dengan tambahan itu, karena lagi2 pisau bermata dua, ingat pisau bermata dua disini bukan sebuah teknologi baru agar mudah dipakai, tapi bisa melukai penggunanya begitu. Tapi dengan semangat yang luar biasa akhirnya saatnya menggarap proposal.

Kurang lebih akhir oktober penulis menyelesaikan proposalnya. Dalam hal ini kemudian timbul bencana di Jogjakarta. Gunung merapi meletus, sehingga cukup berpengaruh pada kegiatan penulisan hukum ini (penulis tidak mau menulis bahwa penulis adalah relawan saat itu, karena bisa jadi riya dan menggugurkan pahala). Oleh karena itu, penulis tidak mengurusi skripsi lagi lebih dari 2 minggu, hingga awal November pak edi memanggil saya di suatu kesempatan dengan dialog seperti ini

Pak Edi           :“Heh proposal mu itu udh selesai dari kemarin, kenapa ga diambil?”,
Saya                :“maaf pak (disensor, karena ini menceritakan alasan yang berisi penulis menjadi relawan, nanti riya jadinya)”.
Pak Edi                       :Ya sudah ketemu saya di kantor 15 menit lagi”
15 menit kemudian. Pak Edi mengambil proposal dan membuka pada halaman kedua dan Kembali ada dialog
Pak edi                        :“tolong ini ditambah professor ya” (dan itulah revisi yang dianggap sangat penting,, hadeeeeehh,,)
Saya                : Selamat ya pak, (kata2 yang spontan keluar karena speechless)

ya ada beberapa perkataan yang lain (tidak usah disebutkan, karena pak edi bilang skripsi saya kelas disertasi, nanti kalo disebutkan bisa sombong jadinya). Setelah revisi tersebut kemudian, saya bertanya mengenai materi dan hanya dijawab “selesaikan dulu semuanya baru kita perbincangkan”. Kecurigaan semakin timbul, kenapa ada dosen pembimbing yang tidak mau diskusi sedikit aja tentang skripsi, aneh tho, tetapi ya lanjut lah.

G sadar sudah cukup panjang, karena penulis sedang banyak kerjaan (Baca: malas) jadi penulis membuat edisi pertama mengenai sejarah terbentuknya dan akhir dari jargon #berantas korupsi dgn skripsi berkahir disini. Untuk lebih lanjutnya saya akan lanjutkan lain kali dan dengan waktu yang tidak ditentukan. Saya juga tidak berharap dibaca note ini oleh orang lain, tetapi cukup melegakan pikiran saya, karena telah menuangkan sebuah sejarah dalam sebuah tulisan. Nantikan kisah selanjutnya yang lebih seru dimana seorang mahasiswa yang berusaha menjadi sarjana melawan dua guru besar hukum pidana dan pendadaran yang aneh.

See u later..

Strafrecht corps

 
Leave a comment

Posted by on April 20, 2011 in Hukum