RSS

Kehidupan ini sementara

saya Muhammad fatahillah Akbar diamanahkan di Dunia pada Tanggal 7 Agustus 1989 di Kota Tangerang. Saya mulai mengenyam bangku pendidikan di Taman Kanak-kanak Al-Istiqomah. Untuk menjalani pendidikan yang lebuh serius, saya menjalani Sekolah Dasar di Madrasah Ibtida’iyah Al-Istiqomah. Salah satu sekolah swasta terbaik di Kota Tangerang.

SD saya tersebut juga merupakan basis pengetahuan Agama saya selain yang saya dapat di keluarga. Saat ujian bayangan Ebtanas SD saya masuk ke dalam 10 Besar satu sekolah dengan nilai 42.00 dari 5 mata pelajaran. Saat itu saya yang tidak pernah belajar terlalu bangga akan rangking tersebut dimana tidak ada teman saya yang dapat mempercayai fakta tersebut saat itu. Dengan keangkuhan saya tersebut, saat Ebtanas nilai saya menurun 0,25 menjadi 41,75 dimana teman-teman saya semua mendapatkan kenaikan nilai dimana nilai paling tinggi adalah 46. Saat itu batas masuk SMP terbaik di Kota Tangerang adalah 42.00. Saat itu di masa saya SD, saya mengalami kegagalan yang mendalam. SMP terbaik di Kota Tangerang tersebut hanya berjarak 500 meter dari rumah saya. Sedih banget ga sih? akhirnya saya masuk ke SMP No. 3 atau 4 Terbaik di Kota Tangerang. SMPN 19 Tangerang. Jaraknya sekitar 3 km dari rumah.

Di SMPN 19 Tangerang saya sempat mengikuti Paskibraka sekitar dua minggu. OSIS sekitar 2 Minggu. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) sekitar 2 Bulan. Bahkan sempat dicalonkan menjadi ketua OSIS oleh kelas saya, namun tidak lolos. Gw akhirnya menyadari ekstra kurikuller is not me at all di SMP. Saya sempat ahli di beberapa mata pelajaran seperti matematika dan Fisika. Pernah menjadi salah satu dari dua orang yang menyelesaikan AL-JABAR. Zaman itu saya sudah belajar AL-JABAR dari SD. Pernah menjadi satu dari 7 orang yang tidak remidi Fisika. Selalu menempati tiga besar rangking di Kelas, tetapi tidak pernah mendapatkan Ranking 1. Pernah suatu ketika nilai saya sebagai Ranking 2 sama dengan yang Rangking 1. Setelah diklarifikasi, saya dapat Rangking 2 hanya karena teman saya bernama Faiz, sedangkan saya Muhammad. Secara alfabet dia “F” lebih dulu dari saya “M”. Tentu ini sangat menyakitkan, tetapi sedikit terobati ketika teman saya bernama Muhammad Zikri mendapatkan nilai yang sama juga tetapi menempati peringkat 3 karena namanya Muhammad Zikri tepat setelah saya Muhammad Akbar. Saat itu saya berfikir mungkin wali kelas saya mungkin lulusan Perguruan Tinggi abal-abal. Dengan segala perjuangannya saya akhirnya mencoba tes masuk ke SMAN2 Tangerang. Alhasil diterima.

Di SMAN 2 Tangerang saya merasa kehidupan masa muda yang menantang. Selain karena berada tepat di sebelah Stadion Benteng (Pusat Kerusuhan Tangerang), banyak siswa yang juga masih mencari jatidiri dengan keringanan tangannya (suka berantem). Di SMA, saya yang tadinya jago Matematika dan Fisika malah masuk ke IPS hanya karena Biologi saya 62 dari SKBM 65. Hal ini tentu tidak dapat dilupakan karena Keluarga saya adalah IPA sekali. Ibu Farmasi ITB, bapak Teknik Lingkungan ITB, kakak saya Dokter. Saat itu saya senang saja masuk IPS, tetapi topik ini dianggap topik yang memalukan bagi bapak dan ibu saya. Saat itu saya yakin, IPS merupakan passion saya, namun tetap dengan kekuatan logika yang kuat. Saat itu saya menjadi jagoan Matematika Dasar di Kelas dari kelas XIIPS sampai kelas XII IPS. Di penghujung sekolah, saya mengikuti UM-UGM versi UTUL dan SMUP UNPAD. Alhamdulillah di kedua Univ tersebut saya diterima, namun tetap memilih UGM. Semua univ yang saya daftar tersebut, saya memilih Fakultas Hukum. Saya yakin hukum merupakan kunci dari segala persoalan. Saya pun memulai kuliah saya pada tahun 2007.

Setelah memasuki tahapan kuliah saya mulai menentukan berbagai pilihan-pilihan strategis bagi kehidupan saya. Di awal semester saya ikut Dema Justisia dan juga Keluarga Muslim Fakultas Hukum. Saat itu saya pernah memegang acara sebagai Kordinator PDD acara yang cukup besar, pertama dan terakhir kali mengadakan acara di Boulevard UGM. Sejak acara kita itu tidak ada acara lagi dibolehkan di Boulevard UGM. Saat itu, namun saya memutuskan untuk belajar beroganisasi di KMFH dimana saya tidak hanya belajar manajemen, tetapi mempelajari islam secara mendalam. Pada tahun 2009 saya pun dilantik menjadi Kadept. jaringan. Jabatan itu sepenuhnya saya tolak, namun karena kekurangan SDM apa boleh buat. Saat itu, saya dipilih karena periode kepengurusan sebelumnya saya adalah Ka.Biro Asosiasi Mahasiswa Muslim Hukum Indonesia cabang UGM. Sebuah organisasi yang kemudian dibangun kembali dengan nama Fordafhi. Setelah menjabat, pada akhir tahun 2009, Musyawarah Besar KMFH memilih saya secara aklamasi sebagai Koordinator Majelis Syuro periode 2010. Berbagai persoalan dan pelajaran saya dapatkan selama menjadi pengurus di KMFH. Keluarga itu juga sampai saat ini masih dekat di hati. Di bidang akademik, saya memilih pidana sebagai konsentrasi yang akan saya geluti. Pidana pada dasarnya merupakan hukum yang paling penting dalam menegakkan hukum lainnya. Itu salah satu alasan saya memilih pidana. Saat itu saya juga terlibat dalam beberapa kompetisi, baik MCC Soedarto, MCC Internal, Debat Konstitusi, LKTI BLF, dsb. Pengalaman di kuliah memang penuh warna dan sangat menarik.

Setelah melalui fase-fase kehidupan, akhirnya berujung pada saya yg mulai menyelesaikan skripsi yg berjudul, “Ancaman Pidana Mati pada Tindak Pidana Korupsi dalam Hubungannya dengan United Nations Convention Against Corruption”. Beberapa saat sebelum mengumpulkan draft skripsi ternyata diajukan RUU Tipikor yang ternyata menghapus pidana mati dalam tipikor. Hati saya tersentak, Ditambah oleh DPS saya sendiri seorang Professor, bernama, Prof. Dr. Eddy. O. S. Hiariej, S.H.,M.Hum. membuat tulisan di kompas berjudul “Quo Vadis” RUU Tipikor, pada tanggal 7 April 2011 atau setidak-tidaknya 2 hari setelah beliau menyetujui Skripsi saya untuk dilakukan pengujian, yang di dalamnya berisi bahwa ancaman pidana mati memang harus dihapuskan. sungguh makan pun tak enak, ngapa2in g enak. tetapi Alhamdulillah pada tanggal 13 April 2011 saya diuji oleh ketiga dosen pidana termasuk beliau dan Alhamdulillah beres,, sejak saat itu saya mengambil tanggung jawab sebagai seorang sarjana hukum..

Sejak semester 7 saya sudah magang di Kantor Hukum Garda Utama and Associates. Di kantor tersebut saya belajar banyak hal dari praktik hingga integritas yang harus dipertahankan seorang praktisi. Berbagai persoalan saya hadapi. Setelah saya lulus pada dasarnya saya terikat kontrak untuk terus mengabdi selama 2 tahun di kantor tersebut. Namun, di tengah perjalanan Alhamdulillah ada peluang beasiswa kuliah di Luar.

PT. Servo saat itu merupakan salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di Bidang Batu Bara. PT ini yang kemudian memberikan bantuan dana SPP Sekolah di Law School, the University of Adelaide, Master of Laws (LL.M). Saya tekankan ini bukan Bisnis, karena ada gelar Master of Business laws (MBL). Dengan hanya 1 tahun sekolah memang dirasa tidak begitu adil dengan sekolah di Indonesia, namun ya begitulah hampir semua commonwealth countries sekolah master hukum hanya 1 tahun. Setelah lulus, pada tanggal 31 Juli 2013 bersamaan dengan bukaan Dosen Tetap Non-PNS FH UGM. Maka saya tidak ragu-ragu untuk kemudian mendaftar karena dosen selalu menjadi impian saya, tetapi saya tidak pernah percaya diri bahwa saya akan memiliki kesempatan tersebut.

Tepat pada 2 Januari 2014 saya resmi menjadi dosen tetap Non-PNS FH UGM dimana pada bulan oktober 2014 saya mendaftar sebagai PNS DOSEN FH UGM dan alhamdulillah pertengahan Februari 2015 saya dan beberapa kolega diterima sebagai dosen PNS FH UGM. Pada dasarnya menjadi dosen adalah tantangan tersendiri. Dosen memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan kebenaran dengan tetap terus mencari kebenaran tersebut. Menghadapi mahasiswa juga tidak mudah. Berbagai karakter mahasiswa dapat muncul dalam kelas maupun dalam proses bimbingan skripsi. Semoga dapat tetap istiqomah dan berkah dalam perjalanan karir saya sebagai dosen. Semoga dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi sebanyak-banyaknya orang.

27 April 2014, merupakan sejarah penting dalam hidup saya. Saya mengikrarkan janji suci dengan Gita Kirana Sunyowo Putri. Sosok istri yang luar biasa. Walau suka marahin suaminya, Degita itu baiknya poll. Dunia serasa milik berdua aja kalau lagi jalan bareng. Degita waktu hamil sama sekali ga pernah mengeluh dan bahkan tetep ngantor dengan semangat. Biar anaknya pinter katanya. LDR yang terjadi di antara kita adalah teka-teki yang harus segera diselesaikan. Terlebih, karunia yang lebih besar diberikan pada tanggal 16 Januari 2015. Seorang anak laki-laki diamanahkan kepada saya, bernama Reymizan Adhyaksa Fatahillah. Si ganteng yang sudah kami panggil ganteng sejak dalam kandungan. Love you mas rey :*

Dengan panjangnya perjalanan, saya selalu berusaha ingat, bahwa hidup ini perjalanan. perlu bekal yang banyak di tempat tujuan nanti, semoga kita sampai pada tempat tujuan yg luar biasa. jadi tujukanlah hidupmu hanya untuk Allah SWT.

 

One response to “Kehidupan ini sementara

  1. veby

    April 20, 2011 at 3:49 pm

    Subhanallah bar..
    tersenyum saat membaca “setelah lulus saya masuk SMAN 2 Tangerang, SMA yang terbaik di tangerang,, begitu banyak kenangan di SMA, tapi hidup harus berjalan..”
    Allahu Akbar.. laksanakan amanahmu dengan sebaik-baiknyaaa… sampai berjumpa di tanah juang bersama saudara2 lainnya..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: