RSS

Sekilas sejarah #Berantas Korupsi dengan Skripsi (Edisi Pertama)

20 Apr

Beberapa bulan terakhir sungguh baru terasa maknanya beberapa hari ini. Kilas balik mengenang masa-masa sebelum tanggal 13 April 2011 timbul seketika setelah dinyatakan diri ini telah selesai menjadi mahasiswa FH UGM. Oleh karena itu penulis (masih kebawa2 bahasa skripsi) timbul keinginan untuk menuliskan sedikir sejarah penulisan hukum yang LUAR BIASA ini (sombongnya keluar). Saya mohon maaf setelah ini akan saya ulas dengan bahasa yang lebih nyolotin dan lebih tidak teratur.

Pada awal semester 7 atau lebih tepatnya bulan September, karena gw saat itu KKN sampai tanggal 31 Agustus, maka efektif melanjutkan kuliah mulai awal September. Saat itu ane sudah selesai semua teori, tapi masih punya beberapa nilai C yang mengganggu transkrip ada 5 buah tepatnya (bukan bermaksud sombong, tpi ya kalaupun maksud itu ada sy bermohon maaf). Kelima mata kuliah itu adalah hukum adat, filsafat hukum, hukum perdata internasional, Sistem peradilan pidana, dan viktimologi. Maaf dalam setiap paragraf mungkin saudara pembaca (kayak ada yang baca aja) bingung mana pikiran pokok, mana induk kalimat, mana anak kalimat, dan lain sebagainya. Tidak masalah saudara bingung, karena ini bukan soal bahasa Indonesia atau sejenisnya.

Lanjut lagi, dalam menentukan strategi kemudian saya mengambil pilihan hanya mengulang 4 mata kuliah konsentrasi, Penologi, Perbandingan Hukum Pidana, SPP, dan Viktim. H. perdata Internasional, Adat, dan Filsafat yang masih bernilai C yang berarti cukup sudah dianggap cukup. Nah didalam mengisi semester 7 ini gw mulai mengambil penulisan hukum. Kemudian timbulah Ide2 skripsi yang distrategikan untuk tidak melihat lapangan, tetapi cukup mengkaji teori, maka pada bulan oktober penulis mengajukan 3 buah judul pada kepala bagian hukum pidana. Sebelum lanjut agar tidak bosen, akan dijelaskan terlebih dahulu mengapa penulis bisa ada di bagian hukum pidana.

Di FH UGM terdapat 12 macam konsentrasi, cukup banyak tapi sangat sulit mencari hukum yang sebenanrnya (cukup dulu ngece bagian lain, nanti pada marah, hehehe). Kemudian saya melihat bahwa potensi hukum pidana sangat luar biasa, untuk menciptakan ditegakannya semua hukum diperlukan pemidanaan atau efek paksaan Psyikologis atau (Psycholgis Zwang) menurut teori van ferbauch.  Oleh karena itu, pidana merupakan hukum yang special karena dapat menegakan semua hukum dan meningkatkan pencapaian tujuan hukum itu sendiri, maka saya mengambil bagian tersebut.

Kembali ke judul, 3 judul yang saya ajukan, intinya judul2 itu adalah Pidana mati koruptor, unsur melawan hukum korupsi, dan kriminalisasi penodaan agama. Akhirnya pak Sigit penanggung jawab meminta Pak Edy yang saat itu belum menjadi professor untuk menjadi pembimbing saya, saat itu perasaan saya campur aduk senang karena pembimbing tersebut luar biasa, tetapi sedih karena beliau terkenal jarang membaca skripsi bimbingannya. Sperti pisau bermata dua, ya tapi harus disyukuri, karena klo bermata satu kasian susah ngeliatnya.(ga jelas)

Akhirnya dua hari setelah ACC dari pak sigid saya bertemu dgn pak edy. Pak edi cukup jeli menghina saya ketika berbicara mengenai penodaan agama, dia melihat celana saya ngatung atau tidak, dan menyuruh dosen2 pidana yang cukup ramai saat itu untuk hati2 pada saya yg dimungkinkan bawa bom. Pak edi melakukan penodaaan agama itu namanya. Hehe.

Akhirnya pak edi mengesahkan judul ancaman pidana mati pada tindak pidana korupsi. Dalam hal ini kemudian pak edi memberikan tambahan variabel yaitu, United Nation Convention Against Corruption. Sebuah konvensi yang fenomenal, bahkan merupakan konvensi yang menurut beberapa professor harus menghapus pidana mati pada tindak pidana korupsi. Di awal saya udh curiga dengan tambahan itu, karena lagi2 pisau bermata dua, ingat pisau bermata dua disini bukan sebuah teknologi baru agar mudah dipakai, tapi bisa melukai penggunanya begitu. Tapi dengan semangat yang luar biasa akhirnya saatnya menggarap proposal.

Kurang lebih akhir oktober penulis menyelesaikan proposalnya. Dalam hal ini kemudian timbul bencana di Jogjakarta. Gunung merapi meletus, sehingga cukup berpengaruh pada kegiatan penulisan hukum ini (penulis tidak mau menulis bahwa penulis adalah relawan saat itu, karena bisa jadi riya dan menggugurkan pahala). Oleh karena itu, penulis tidak mengurusi skripsi lagi lebih dari 2 minggu, hingga awal November pak edi memanggil saya di suatu kesempatan dengan dialog seperti ini

Pak Edi           :“Heh proposal mu itu udh selesai dari kemarin, kenapa ga diambil?”,
Saya                :“maaf pak (disensor, karena ini menceritakan alasan yang berisi penulis menjadi relawan, nanti riya jadinya)”.
Pak Edi                       :Ya sudah ketemu saya di kantor 15 menit lagi”
15 menit kemudian. Pak Edi mengambil proposal dan membuka pada halaman kedua dan Kembali ada dialog
Pak edi                        :“tolong ini ditambah professor ya” (dan itulah revisi yang dianggap sangat penting,, hadeeeeehh,,)
Saya                : Selamat ya pak, (kata2 yang spontan keluar karena speechless)

ya ada beberapa perkataan yang lain (tidak usah disebutkan, karena pak edi bilang skripsi saya kelas disertasi, nanti kalo disebutkan bisa sombong jadinya). Setelah revisi tersebut kemudian, saya bertanya mengenai materi dan hanya dijawab “selesaikan dulu semuanya baru kita perbincangkan”. Kecurigaan semakin timbul, kenapa ada dosen pembimbing yang tidak mau diskusi sedikit aja tentang skripsi, aneh tho, tetapi ya lanjut lah.

G sadar sudah cukup panjang, karena penulis sedang banyak kerjaan (Baca: malas) jadi penulis membuat edisi pertama mengenai sejarah terbentuknya dan akhir dari jargon #berantas korupsi dgn skripsi berkahir disini. Untuk lebih lanjutnya saya akan lanjutkan lain kali dan dengan waktu yang tidak ditentukan. Saya juga tidak berharap dibaca note ini oleh orang lain, tetapi cukup melegakan pikiran saya, karena telah menuangkan sebuah sejarah dalam sebuah tulisan. Nantikan kisah selanjutnya yang lebih seru dimana seorang mahasiswa yang berusaha menjadi sarjana melawan dua guru besar hukum pidana dan pendadaran yang aneh.

See u later..

Strafrecht corps

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 20, 2011 in Hukum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: